G
N
I
D
A
O
L

Fikes Universitas Faletehan Gelar Yudisium Hybrid, Luluskan 363 Mahasiswa Siap Mengabdi di Bidang Kesehatan

Serang, 12 Agustus 2025 — Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Faletehan kembali mengukir momen bersejarah dengan melaksanakan Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 pada Selasa siang (12/8). Kegiatan yang berlangsung secara hybrid ini diikuti oleh 363 mahasiswa dari tiga program studi yang siap mengabdikan diri di dunia kesehatan. Prosesi sakral ini dilaksanakan di Gedung B Universitas Faletehan untuk para pimpinan fakultas, ketua program studi, dan tenaga kependidikan yang hadir secara luring. Sementara itu, seluruh peserta yudisium mengikuti acara secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting, memungkinkan mereka tetap hadir meski berada di lokasi yang berbeda.

Para peserta yang hadir secara daring tetap menjaga nuansa formal dengan mengenakan pakaian kemeja putih, berdasi bagi pria, berjilbab hitam bagi wanita, serta jas almamater bagi seluruh peserta. Penampilan seragam ini menambah kesan khidmat dan profesional dalam prosesi yudisium yang menjadi puncak perjalanan akademik mereka.

Acara dimulai pukul 13.00 WIB dengan pembukaan oleh MC Torpiyana, S.H.I., yang memandu jalannya prosesi dengan penuh wibawa dan kehangatan. Suasana menjadi lebih syahdu ketika Ustadz Nurjaman membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, menandai bahwa momen ini bukan hanya perayaan kelulusan, tetapi juga ungkapan rasa syukur. Selanjutnya, dilakukan pembacaan Surat Keputusan Kelulusan oleh masing-masing Ketua Program Studi, dimulai dari Annissa, M.Si selaku Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat, dilanjutkan oleh Bd. Rina Kartikasari, M.Keb. selaku Ketua Program Studi Sarjana Kebidanan/Profesi Bidan, dan ditutup oleh Dedih Nuryatna, M.Kep. selaku Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan/Profesi Ners. Momen ini menjadi salah satu bagian paling ditunggu karena menjadi pengumuman resmi bahwa para mahasiswa telah dinyatakan lulus. Di layar Zoom, beberapa peserta terlihat tersenyum lebar sambil menahan haru, bahkan ada yang didampingi orang tua di rumah.

Dalam sambutannya, Dekan Fikes Universitas Faletehan, Ahmad Jubaedi, SKM., MKM., menyampaikan bahwa yudisium bukan sekadar acara seremonial, melainkan tonggak penting yang menandai berakhirnya proses panjang dan melelahkan selama menempuh pendidikan. Ia mengingatkan bahwa sejak awal kuliah, para peserta telah melewati rangkaian perkuliahan, praktik lapangan, penelitian, hingga ujian akhir yang menguji ketangguhan akademik dan mental. Tidak jarang, mereka harus begadang, mengerjakan revisi berulang kali, dan menghadapi tekanan menjelang sidang. Semua perjuangan itu akhirnya terbayar pada hari ini, yang ia simpulkan dalam satu kata: “LULUS.”

Dekan kemudian melaporkan jumlah lulusan yang terdiri dari 15 lulusan PSIK RPL, 123 lulusan PSIK Reguler, 5 lulusan PSIK Transfer, 74 lulusan PSKM, 76 lulusan S1 Kebidanan Transfer, dan 70 lulusan S1 Kebidanan Reguler. Menurutnya, angka tersebut bukan hanya sekadar statistik, tetapi wujud nyata kerja keras, ketekunan, dan dukungan luar biasa dari keluarga, dosen, tenaga kependidikan, dan institusi asal mahasiswa yang bekerja sambil kuliah.

Dalam kesempatan tersebut, ia berpesan agar lulusan terus menjadi pembelajar sepanjang hayat karena dunia kesehatan terus berkembang dan hanya mereka yang mau belajar yang akan mampu bertahan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme karena kepercayaan masyarakat adalah modal utama bagi tenaga kesehatan. Selain itu, ia menekankan bahwa ilmu yang diperoleh harus digunakan untuk kebermanfaatan masyarakat dan lulusan perlu membangun jejaring profesional agar peluang kerja dan kolaborasi semakin luas. Dunia kesehatan saat ini, lanjutnya, tengah menghadapi tantangan besar berupa perkembangan teknologi medis yang pesat, layanan kesehatan berbasis digital, pandemi global, perubahan iklim, dan transisi demografi. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga kesehatan yang adaptif, inovatif, dan berintegritas tinggi.

Ahmad Jubaedi juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali mahasiswa yang telah mempercayakan putra-putrinya menempuh pendidikan di Universitas Faletehan, serta kepada pimpinan institusi asal lulusan yang memberikan izin dan dukungan selama studi. Ia menegaskan bahwa hari ini amanah tersebut telah dikembalikan dalam bentuk lulusan yang siap mengabdi di rumah sakit, puskesmas, klinik, lembaga penelitian, maupun organisasi kesehatan lainnya.

Pelaksanaan secara hybrid memberikan warna tersendiri pada yudisium kali ini. Di Gedung B Universitas Faletehan, suasana formal tetap terjaga dengan penataan kursi rapi, backdrop resmi, dan prosesi yang mengalir tertib. Sementara itu, di layar Zoom, ratusan peserta terlihat menggunakan pakaian formal dengan wajah penuh kebanggaan. Beberapa memanfaatkan fitur mikrofon untuk mengucapkan terima kasih kepada dosen dan rekan-rekan, menciptakan interaksi hangat meski terhubung secara virtual. “Terima kasih kepada semua dosen yang telah membimbing kami, semoga ilmu yang diberikan menjadi amal jariyah,” ucap salah satu peserta dari Prodi Kesehatan Masyarakat yang disambut tepuk tangan virtual.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadz Nurjaman, memohon keberkahan dan kesuksesan bagi seluruh lulusan. Sebagai penutup sambutannya, Ahmad Jubaedi membacakan pantun yang memantik senyum dan tepuk tangan hadirin. “Mentari pagi sinarnya cerah, angin sepoi membawa harapan, raih gelar dengan penuh berkah, jadikan ilmu untuk kebaikan,” ucapnya. Pantun kedua berbunyi, “Pergi memetik bunga di taman, harum mewangi indah terasa, doa kami selalu dipanjatkan, semoga sukses di setiap langkah Anda.”

Dengan berakhirnya prosesi yudisium ini, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Faletehan berharap seluruh lulusan dapat menjadi duta kesehatan yang membawa perubahan positif di masyarakat. Ke depan, alumni diharapkan mampu menjawab tantangan zaman, berinovasi dalam pelayanan kesehatan, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. “Selamat kepada seluruh lulusan. Jadilah kebanggaan keluarga, almamater, dan bangsa,” pungkas Ahmad Jubaedi, disambut tepuk tangan peserta daring dan luring.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *