G
N
I
D
A
O
L

OSCE 2025 di Universitas Faletehan: Ujian Puncak Calon Bidan Profesional

Serang, 23 Juli 2025 — Sebanyak 52 mahasiswa tingkat akhir Program Profesi Bidan Universitas Faletehan menjalani Ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE) yang digelar selama enam hari, mulai dari tanggal 22 hingga 24 Juli 2025, bertempat di Ruang OSCE Center Universitas Faletehan. Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam proses pendidikan profesi kebidanan sebagai bentuk evaluasi akhir yang mengukur kesiapan mahasiswa menghadapi praktik klinis di dunia nyata.

Ujian OSCE dilaksanakan secara komprehensif dengan melibatkan dosen tetap Program Studi S1 Kebidanan sebagai penguji internal, serta perwakilan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Serang sebagai penguji eksternal. Kehadiran organisasi profesi dalam proses ini memperkuat jaminan mutu dan obyektivitas penilaian, serta mengintegrasikan standar kompetensi nasional ke dalam pelaksanaan ujian.

 

Simulasi Klinis yang Realistis dan Terstandar

Ujian OSCE menjadi gold standard dalam evaluasi keterampilan klinis mahasiswa kebidanan. Dengan sistem stasiun yang menguji berbagai aspek pelayanan kebidanan, ujian ini dirancang untuk menggambarkan situasi klinis yang sesungguhnya, menuntut mahasiswa untuk bertindak cepat, tepat, dan profesional.

“OSCE bukan hanya soal lulus ujian, tapi bagaimana mahasiswa mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap profesional dalam satu waktu. Ini adalah ujian menyeluruh, dan sangat menantang,” ujar Bd. Susi Irianti, M.Tr.Keb, selaku Koordinator Kegiatan OSCE 2025.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa diuji melalui 10 station yang merepresentasikan skenario klinik utama dalam praktik kebidanan, antara lain:

  • Pengkajian kehamilan normal dan risiko tinggi
  • Pertolongan persalinan normal
  • Manajemen kegawatdaruratan obstetri dan neonatal
  • Perawatan nifas dan bayi baru lahir
  • Konseling kontrasepsi dan kesehatan reproduksi
  • Edukasi laktasi dan ASI eksklusif
  • Komunikasi empatik dengan pasien dan keluarga
  • Penggunaan alat dan teknik aseptik
  • Dokumentasi asuhan kebidanan
  • Pencegahan kekerasan berbasis gender dan dukungan psikososial

 

Setiap station berdurasi 5–10 menit, dengan penguji mengamati langsung tindakan mahasiswa menggunakan daftar periksa yang telah distandardisasi. Mahasiswa dituntut mampu memberikan asuhan holistik, tanggap, serta komunikatif sesuai etika dan regulasi profesi bidan.

 

Dukungan Organisasi Profesi: Kolaborasi IBI dan Dunia Akademik

Pelibatan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Serang sebagai mitra penguji menjadi elemen penting dalam menjaga integritas dan profesionalisme pelaksanaan OSCE. Perwakilan IBI hadir secara langsung untuk memberikan penilaian objektif dan sekaligus memperkuat jejaring akademik–profesi.

Kerja sama ini juga menjadi ajang pembelajaran timbal balik antara institusi pendidikan dan organisasi profesi. IBI memberikan masukan terkait praktik di lapangan, sementara institusi pendidikan menghadirkan inovasi dan pendekatan pedagogis berbasis evidence-based.

 

Ketua Prodi: OSCE adalah Manifestasi Standar Kompetensi

Menurut Ketua Program Studi S1 Kebidanan Universitas Faletehan, Bd. Rina Kartikasari, M.Keb, OSCE merupakan implementasi nyata dari standar kompetensi bidan Indonesia yang ditetapkan dalam regulasi nasional.

“Kami mendesain OSCE agar sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) level 7, yang menuntut kompetensi klinik, etika profesi, komunikasi interpersonal, serta kemampuan refleksi diri. Ini bukan sekadar ujian praktikum, tetapi pembuktian akhir kesiapan sebagai tenaga profesional,” jelasnya.

Bd. Rina menambahkan bahwa mahasiswa telah melalui proses pembelajaran klinik intensif, praktik di lahan rumah sakit dan puskesmas, serta pelatihan simulasi di laboratorium. “OSCE menjadi titik kulminasi dari semua pembelajaran tersebut.”

 

Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan: Inovasi Pendidikan Kesehatan adalah Keharusan

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Faletehan, Ahmad Jubaedi, SKM., MKM, menegaskan bahwa pelaksanaan OSCE merupakan bagian dari strategi besar peningkatan mutu pendidikan vokasional di lingkungan FIKes UF.

“Kami tidak ingin sekadar meluluskan, tetapi mencetak tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi unggul, etos kerja tinggi, serta nilai-nilai humanistik dalam praktik. Oleh karena itu, ujian seperti OSCE adalah keniscayaan,” tegasnya.

Ahmad juga menambahkan bahwa ke depan, FIKes UF akan mengembangkan sistem OSCE digital, integrasi teknologi manikin high fidelity, serta penerapan rubrik berbasis AI untuk menilai dimensi afektif dan psikomotorik secara real-time

Suara Mahasiswa: Menegangkan, tapi Sangat Membentuk

Bagi mahasiswa, OSCE adalah ujian paling menantang selama masa pendidikan. Namun, banyak di antara mereka justru mengaku OSCE memberikan pengalaman belajar paling mendalam.

“Saya merasa benar-benar diuji, bukan hanya soal teknik, tapi juga kemampuan komunikasi dan kendali emosi saat menghadapi pasien. OSCE membuat saya lebih percaya diri menghadapi pasien nyata nanti,” ungkap Sri Wahyuni, salah satu peserta ujian OSCE 2025.

 

Peserta lain, Nina Aprilia, menambahkan bahwa dukungan teman seangkatan dan pembimbing klinik sangat membantu dalam menghadapi ujian ini. “Kami saling menyemangati, saling mengingatkan teknik, dan berbagi strategi. OSCE mengajarkan kami pentingnya kerja tim dan persiapan matang.”

 

Evaluasi Berkelanjutan dan Pembelajaran Reflektif

Setelah ujian selesai, panitia dan penguji melaksanakan evaluasi menyeluruh, mencakup kualitas soal, validitas stasiun, kesiapan fasilitas, serta kinerja mahasiswa. Evaluasi ini dijadikan dasar dalam perbaikan kurikulum dan strategi pembelajaran berikutnya.

“Kami menggunakan data hasil OSCE sebagai feedback loop untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Ini adalah bagian dari sistem penjaminan mutu internal FIKes UF,” jelas Bd. Susi Irianti.

Kegiatan ini juga melibatkan dokumentasi foto, video, serta lembar refleksi mahasiswa dan penguji yang nantinya akan dianalisis sebagai bagian dari continuous quality improvement.

 

Penutup: Mempersiapkan Bidan Profesional untuk Indonesia Sehat

Pelaksanaan OSCE tahun 2025 di Universitas Faletehan menjadi bukti keseriusan institusi pendidikan dalam mencetak bidan profesional yang adaptif, kompeten, dan humanis. Di tengah tantangan sistem kesehatan nasional, peran bidan sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan ibu dan anak menjadi sangat vital.

Universitas Faletehan, melalui komitmen kuat dalam pelaksanaan OSCE, menunjukkan bahwa pendidikan vokasional di Indonesia telah berada pada jalur yang tepat dalam mencetak lulusan berdaya saing tinggi dan berorientasi pada pelayanan berkualitas.

“Selamat kepada seluruh peserta OSCE 2025. Ini bukan akhir, tetapi awal dari pengabdian profesional Anda di masyarakat,” tutup Ahmad Jubaedi, SKM., MKM, penuh haru dan kebanggaan.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *