G
N
I
D
A
O
L

“Api Kecil Bisa Bahaya! Mahasiswa Fikes UF Belajar Jadi Penyelamat!”

Pembekalan dan pelatihan penggunaan APAR kepada Mahasiswa Fikes Universitas Faletehan untuk Hadapi Kebakaran Ringan

Serang – Jumat, 14 November 2025, lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Faletehan tampak lebih ramai dari biasanya. Ratusan mahasiswa berkumpul di halaman kampus untuk mengikuti Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan)—sebuah agenda edukatif yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan sivitas akademika dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan, khususnya kebakaran ringan.

Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan civitas akademika terhadap situasi darurat, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Faletehan menggelar agenda sosialisasi dan pelatihan penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang berlangsung penuh antusias. Kegiatan ini dirancang agar mahasiswa memahami langkah tanggap darurat sejak dini, khususnya dalam menghadapi kejadian kebakaran ringan di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

Belajar Tidak Sekadar Teori: Mahasiswa Diajak Turun Langsung

Sesi sosialisasi dibuka dengan pemaparan tentang pentingnya mengenali sumber kebakaran ringan, risiko yang menyertai, dan peran mahasiswa sebagai individu yang peka terhadap keselamatan. Pemateri menjelaskan bahwa sebagian besar kebakaran besar berawal dari insiden kecil yang terlambat ditangani.

Para mahasiswa kemudian diperkenalkan pada berbagai jenis APAR—mulai dari dry chemical powder, CO₂, hingga foam—beserta fungsi dan peruntukannya. Penjelasan dibuat lugas dan mudah dicerna, sehingga mahasiswa dapat membedakan APAR mana yang tepat untuk jenis kebakaran tertentu.

“APAR bukan sekadar tabung merah yang menggantung di dinding. Alat ini menyelamatkan nyawa jika digunakan dengan benar dan tepat waktu,” ungkap pemateri dalam sesi dialog interaktif.

Simulasi Lapangan: Menguji Keberanian dan Ketelitian Mahasiswa

Bagian paling ditunggu adalah simulasi langsung. Mahasiswa diajak mempraktikkan teknik dasar penggunaan APAR menggunakan metode PASS (Pull, Aim, Squeeze, Sweep).

  • Pull: menarik pin pengaman
  • Aim: mengarahkan nozzle ke sumber api
  • Squeeze: menekan tuas untuk mengeluarkan media pemadam
  • Sweep: menyapu area api hingga benar-benar padam

Dalam suasana simulasi yang serba nyata, mahasiswa belajar mengatasi rasa panik dan tetap fokus pada langkah yang benar. Beberapa peserta bahkan tampak bersemangat mencoba lebih dari satu jenis APAR untuk memahami perbedaan karakteristiknya.

Mengasah Kepekaan dalam Situasi Gawat Darurat

Selain praktik, mahasiswa juga diberikan wawasan mengenai standar prosedur evakuasi, titik kumpul aman (assembly point), serta bagaimana berkoordinasi dengan tim keamanan kampus. Penekanan diberikan pada kemampuan mengambil keputusan cepat: kapan harus memadamkan api, dan kapan harus segera menyelamatkan diri.

Sosialisasi ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa, terutama karena memberikan pemahaman bahwa kedaruratan tidak selalu datang dengan peringatan. Pengetahuan sederhana tentang APAR dapat menjadi pembeda antara insiden kecil yang tertangani dan kebakaran besar yang membahayakan.

Mendorong Budaya Keselamatan di Lingkungan Kampus

Dengan adanya pelatihan ini, Fikes Universitas Faletehan menunjukkan keseriusannya dalam menumbuhkan budaya keselamatan di lingkungan pendidikan. Mahasiswa tidak hanya dibentuk sebagai tenaga kesehatan yang kompeten secara akademik, tetapi juga siap menghadapi situasi krisis yang mungkin muncul kapan saja.

Agenda sosialisasi dan pelatihan APAR ini diharapkan menjadi rutinitas tahunan, sehingga seluruh mahasiswa Fikes memiliki pemahaman yang sama tentang mitigasi kebakaran dan kesiapsiagaan darurat.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *