G
N
I
D
A
O
L

Kisah Inspiratif Alumni FIKes UF: Amal Salim, Menembus Dunia Internasional di Bidang K3

Serang, Agustus 2025 — Universitas Faletehan terus berkomitmen melahirkan lulusan yang tidak hanya siap bersaing di tingkat nasional, tetapi juga mampu menorehkan kiprah di kancah internasional. Salah satu sosok yang patut menjadi inspirasi adalah Amal Salim, alumni Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat (PSKM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Faletehan angkatan 2012. Dengan ketekunan dan semangat belajar yang konsisten, Amal kini menempati posisi strategis sebagai Senior HSE Engineer di Saipem Tripatra Joint Venture (STJV) – Head Office, sebuah perusahaan multinasional yang bergerak di bidang energi dan migas.

Awal Perjalanan: Dari Kelas Kuliah ke Dunia Industri

Bagi Amal, pengalaman kuliah di PSKM Universitas Faletehan bukan sekadar menimba ilmu di ruang kelas. Ia mengenang bahwa masa studinya penuh dengan dinamika, mulai dari diskusi akademik, praktik lapangan, hingga keterlibatan dalam organisasi mahasiswa yang membentuk karakter dan pola pikir kritis.

“Menempuh pendidikan di PSKM UF merupakan pengalaman berharga yang membekali saya tidak hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga keterampilan, nilai, dan etika kerja yang kuat,” ujar Amal. Ia menekankan bahwa lingkungan akademik yang kondusif, dosen-dosen yang kompeten, serta dukungan penuh civitas akademika menjadikan dirinya semakin percaya diri dalam menapaki karier di dunia kesehatan masyarakat.

Sejak awal, Amal memang memiliki minat khusus pada bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Minat tersebut semakin terasah berkat pembelajaran di PSKM yang menekankan integrasi ilmu kesehatan masyarakat dengan kebutuhan dunia kerja modern.

Menembus Dunia Kerja Global

Selepas menyelesaikan pendidikan, Amal tidak butuh waktu lama untuk terjun ke dunia kerja. Berbekal ilmu dan keterampilan dari bangku kuliah, ia memulai karier di bidang kesehatan dan keselamatan kerja, sebelum akhirnya dipercaya memegang tanggung jawab lebih besar di perusahaan berskala internasional.

Kini, Amal menjabat sebagai Sr. HSE Engineer untuk Project Development FPSO (Floating, Production, Storage, and Offloading) di STJV. Dalam posisi ini, ia bertanggung jawab memastikan standar keselamatan dan kesehatan kerja terpenuhi di setiap aspek proyek energi dan migas yang dikelola perusahaan.

“Bekal ilmu dan pengalaman selama kuliah di PSKM Universitas Faletehan menjadi pondasi penting dalam menjalankan tanggung jawab profesional saya di industri energi dan migas multinasional,” ungkapnya.

Sertifikasi NEBOSH IGC

Amal berhasil meraih pencapaian penting dalam kariernya, yaitu memperoleh sertifikasi NEBOSH IGC (International General Certificate in Occupational Health and Safety). Sertifikasi bergengsi asal Inggris ini diakui secara global sebagai salah satu standar emas dalam bidang K3.

Dengan sertifikasi tersebut, Amal kini semakin diperhitungkan di level internasional. Ia menyebut bahwa pencapaian ini bukanlah akhir, melainkan bekal untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan. “NEBOSH IGC bagi saya bukan hanya pengakuan, tetapi juga dorongan untuk terus belajar, meningkatkan skill, dan menjaga profesionalitas agar bisa berkontribusi lebih luas,” ujarnya.

Dari Kampus ke Dunia: Peran Universitas Faletehan

Amal tidak lupa mengapresiasi peran besar Universitas Faletehan dalam perjalanan kariernya. Ia mengaku, dukungan penuh para dosen yang tidak hanya mengajar, tetapi juga membimbing dan memberi teladan, telah membentuk fondasi profesional yang kuat.

“Lingkungan akademik yang suportif, dosen yang membimbing dengan sepenuh hati, dan fasilitas kampus yang memadai membuat proses belajar saya sangat efektif dan menyenangkan. Hal itu membekali saya dengan keterampilan praktis yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,” kenangnya.

Universitas Faletehan menurut Amal bukan hanya tempat belajar teori, melainkan ruang yang menyiapkan mahasiswa menghadapi realitas kerja. Melalui praktik lapangan, riset, serta kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa ditempa untuk memahami kebutuhan nyata masyarakat dan industri.

Pesan untuk Almamater dan Mahasiswa

Dalam pesannya, Amal mengungkapkan rasa syukur telah menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Faletehan. Ia berharap Prodi PSKM terus konsisten menghasilkan lulusan berkualitas.

“Saya sangat bersyukur pernah menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Faletehan. Harapan saya, Prodi PSKM terus melahirkan tenaga kesehatan masyarakat yang unggul, berintegritas, serta mampu berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa Indonesia, bahkan berkiprah lebih luas di dunia internasional,” ujarnya penuh optimisme.

Ia juga menitip pesan khusus kepada mahasiswa aktif Universitas Faletehan agar tidak cepat puas dengan capaian akademik semata. Menurutnya, dunia kerja saat ini menuntut keterampilan lintas bidang, kemampuan beradaptasi, dan kemauan belajar sepanjang hayat. “Bangunlah jejaring, ikuti sertifikasi, tingkatkan kemampuan bahasa, dan jangan ragu mencoba hal baru. Semua itu akan menjadi modal penting dalam bersaing secara global,” katanya.

Inspirasi bagi Generasi Muda

Kisah Amal Salim menjadi bukti bahwa lulusan perguruan tinggi daerah pun memiliki peluang besar untuk berkiprah di kancah internasional. Dengan kombinasi kerja keras, bimbingan dosen, dan dukungan lingkungan akademik yang tepat, mahasiswa dapat mengembangkan potensi mereka hingga mencapai prestasi global.

Universitas Faletehan melalui Prodi Kesehatan Masyarakat kini semakin dikenal sebagai institusi yang mampu melahirkan tenaga profesional berkualitas di bidang kesehatan masyarakat, termasuk K3. Alumni seperti Amal Salim menjadi role model bagi mahasiswa aktif untuk berani bermimpi besar dan bekerja keras mewujudkannya.

Dari UF untuk Dunia

Perjalanan Amal dari seorang mahasiswa di Serang, Banten, hingga menjadi profesional yang diakui di industri migas internasional adalah kisah inspiratif tentang pentingnya pendidikan, kerja keras, dan komitmen untuk terus berkembang. Kisah ini juga menegaskan bahwa Universitas Faletehan mampu mencetak alumni berkelas dunia yang berdaya saing global.

Dengan semangatnya, Amal mengingatkan kita semua bahwa kesuksesan bukan hanya soal gelar atau jabatan, melainkan tentang keberanian mencoba, konsistensi belajar, dan niat tulus untuk memberi kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *