G
N
I
D
A
O
L

Dari Kampus Menuju Pengabdian: RD. Nuri Fatra, Alumni S1 Kesmas Universitas Faletehan yang Kini Jadi ASN dan Tempuh Magister

Dari Bangku S1 Kesmas Universitas Faletehan, RD. Nuri Fatra Melangkah Menjadi ASN dan Menempuh Pendidikan Magister

SERANG — 4 Agustus 2026. Setiap perjalanan memiliki titik awal. Bagi RD. Nuri Fatra, perjalanan itu bermula dari bangku perkuliahan Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Faletehan. Di tempat inilah ia tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menemukan ruang untuk bertumbuh, menghadapi berbagai tantangan, dan mempersiapkan diri untuk menatap masa depan.

Kini, setelah menyelesaikan pendidikan sebagai bagian dari alumni Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat angkatan 2024, RD. Nuri Fatra terus melanjutkan langkahnya. Ia berkiprah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, sekaligus melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Kesehatan Masyarakat.

Dua langkah tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjangnya dalam mengembangkan kompetensi dan mengaktualisasikan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan di Universitas Faletehan.

Bukan Sekadar Tempat Menuntut Ilmu

Bagi RD. Nuri Fatra, Universitas Faletehan bukan sekadar tempat untuk menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar akademik. Lebih dari itu, lingkungan akademik di Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat menjadi bagian dari proses pembentukan dirinya.

Ia merasakan adanya perubahan dalam dirinya selama menjalani proses pendidikan. Pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah berjalan beriringan dengan proses pengembangan diri, sehingga membentuk keyakinan untuk terus maju dan meningkatkan kemampuan.

“Universitas Faletehan, khususnya Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat, membuat saya menjadi pribadi yang maju, berilmu, dan juga berkembang,” ungkap RD. Nuri Fatra.

Kalimat tersebut menjadi refleksi sederhana tentang bagaimana sebuah perjalanan pendidikan dapat meninggalkan jejak yang lebih dalam daripada sekadar catatan akademik.

Bagi seorang mahasiswa, proses perkuliahan tentu tidak selalu berjalan tanpa hambatan. Ada tugas, tuntutan akademik, tantangan memahami materi, hingga berbagai persoalan yang harus dihadapi selama menjalani pendidikan. Dalam situasi tersebut, keberadaan dosen sebagai pendidik sekaligus pembimbing menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan mahasiswa.

Ketika Dosen Hadir Bukan Hanya untuk Mengajar

Pengalaman tersebut juga dirasakan RD. Nuri Fatra selama menempuh pendidikan di Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat.

Menurutnya, para dosen memiliki kompetensi di bidang masing-masing dan mampu menyampaikan ilmu dengan baik. Lebih dari itu, ia mengapresiasi pendampingan yang diberikan ketika mahasiswa menghadapi kesulitan.

“Universitas Faletehan juga memiliki dosen yang sangat kompeten di bidangnya, sangat baik dalam menyampaikan ilmu dan membimbing mahasiswa setiap mengalami kesulitan,” tuturnya.

Bagi mahasiswa, bimbingan seperti itu dapat menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri. Sebab, pendidikan tidak hanya berbicara mengenai seberapa banyak pengetahuan yang diperoleh, tetapi juga bagaimana mahasiswa mampu memahami, mengembangkan, dan menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan nyata.

Pengalaman itulah yang kemudian menjadi salah satu bekal RD. Nuri Fatra untuk terus melangkah setelah menyelesaikan pendidikan sarjana.

Dari Gelar Sarjana Menuju Dunia Profesional

Lulus dari perguruan tinggi bukanlah garis akhir. Bagi RD. Nuri Fatra, kelulusan justru menjadi pintu menuju perjalanan berikutnya.

Saat ini, ia mengabdikan diri sebagai ASN pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten. Dunia profesional tersebut menjadi ruang bagi dirinya untuk mengimplementasikan kemampuan, pengalaman, serta nilai-nilai yang telah dibangun selama menjalani proses pendidikan.

Perjalanan dari ruang kelas menuju dunia kerja menjadi salah satu fase penting dalam kehidupan seorang alumni. Di dalamnya, ilmu yang sebelumnya dipelajari secara teoritis mulai berhadapan dengan dinamika dan kebutuhan nyata di lapangan.

Namun, RD. Nuri Fatra tidak berhenti pada pencapaian tersebut.

Tidak Berhenti Belajar Setelah Menjadi Alumni

Di tengah perjalanan profesionalnya, semangat untuk terus belajar tetap ia pertahankan. Saat ini, RD. Nuri Fatra melanjutkan pendidikan ke Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat.

Keputusan tersebut memperlihatkan bahwa menjadi alumni bukan berarti berhenti belajar. Sebaliknya, pendidikan sarjana dapat menjadi fondasi untuk terus memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi.

“Saat ini saya sedang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, dengan harapan dan keyakinan dapat meraih kesuksesan di masa depan,” ujarnya.

Ada harapan yang lebih besar di balik langkah tersebut. Pendidikan magister diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik sekaligus profesionalnya sehingga ke depan ia dapat memberikan kontribusi yang lebih luas.

Pesan Alumni untuk Almamater

Sebagai bagian dari keluarga besar alumni Universitas Faletehan, RD. Nuri Fatra juga menyampaikan pesan untuk kemajuan almamaternya.

Ia berharap Universitas Faletehan dapat terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jaringan kerja sama, serta menjaga lingkungan kampus yang nyaman dan mendukung mahasiswa untuk berkembang.

“Semoga Universitas Faletehan terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas jaringan kerja sama, serta menjaga lingkungan yang nyaman, terutama dalam hal fasilitas dan kegiatan pengembangan diri agar mahasiswa bisa semakin berprestasi dan berkembang menjadi generasi yang unggul,” pesannya.

Harapan tersebut menjadi gambaran bahwa alumni tidak hanya membawa nama almamater setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan dan kemajuan institusi.

Kualitas pembelajaran, fasilitas yang memadai, jejaring kerja sama yang luas, serta kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul dan berdaya saing.

Sebuah Perjalanan yang Belum Selesai

Kisah RD. Nuri Fatra merupakan pengingat bahwa perjalanan seorang mahasiswa tidak berakhir ketika toga dikenakan dan ijazah diterima.

Ada perjalanan lain yang menanti yaitu memasuki dunia profesional, menghadapi tantangan baru, mengembangkan kompetensi, serta membuka kembali lembaran pendidikan untuk mencapai cita-cita yang lebih tinggi.

Dari bangku S1 Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan, RD. Nuri Fatra kini menjalani perjalanan sebagai ASN di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten sekaligus menempuh pendidikan Magister Kesehatan Masyarakat.

Perjalanan tersebut menjadi cermin bahwa pendidikan dapat menjadi pijakan untuk terus melangkah.

Universitas mungkin menjadi tempat seseorang memulai perjalanan, tetapi ilmu, pengalaman, dan nilai yang diperoleh di dalamnya akan terus menemani ke mana pun langkah itu diarahkan.

Bagi RD. Nuri Fatra, perjalanan itu belum selesai. Masih ada cita-cita yang ingin diraih, ilmu yang ingin diperdalam, dan kontribusi yang ingin diberikan.

Dan dari perjalanan seorang alumni, selalu ada satu pesan sederhana untuk mahasiswa yang masih berada di bangku kuliah: teruslah belajar, jangan takut berkembang, dan jangan berhenti melangkah. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *