G
N
I
D
A
O
L

Universitas Faletehan Gelar Pengajian dan Doa Bersama: “Faletehan Berkah, Indonesia Bermartabat”

Serang, 24 Oktober 2025 — Suasana pagi di kampus Universitas Faletehan (UF) terasa lebih syahdu dan penuh makna pada Jumat, 24 Oktober 2025. Bertempat di Masjid Nur Asyifa Universitas Faletehan, civitas akademika UF melaksanakan kegiatan Pengajian dan Doa Bersama (Istigosyah) sebagai bentuk syukur dan ikhtiar spiritual dalam memohon keberkahan bagi seluruh aktivitas akademik, kelembagaan, dan pengembangan universitas.

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini dihadiri oleh pimpinan yayasan, rektorat, dekanat, dosen, tenaga kependidikan, serta perwakilan mahasiswa dari berbagai fakultas. Tema yang diangkat dalam kegiatan kali ini adalah “Faletehan Berkah, Indonesia Bermartabat”, sejalan dengan semangat Universitas Faletehan untuk terus tumbuh menjadi institusi pendidikan tinggi yang unggul, berkarakter, dan berkontribusi nyata bagi bangsa.

Pembukaan dan Istighosah

Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara yang mengajak seluruh jamaah untuk menata niat dan memohon keberkahan dalam setiap langkah pengabdian. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan istighosah, dipimpin langsung oleh Abuya Abdul Aziz Fakhrudin Dimyati (Abah Ade), seorang tokoh ulama kharismatik di Banten.

Suasana masjid terasa khusyuk ketika lantunan doa dan dzikir menggema dari seluruh jamaah. Setiap untaian lafaz istighfar dan permohonan ampun menggambarkan semangat untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, serta meneguhkan tekad dalam mengabdi kepada Allah SWT melalui pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Abah Ade dalam arahannya menyampaikan bahwa istighosah bukan hanya kegiatan ritual, tetapi juga momentum memperkuat kesadaran spiritual civitas akademika agar setiap langkah dalam pendidikan dan pekerjaan senantiasa bernilai ibadah. “Doa dan dzikir adalah kekuatan utama umat Islam dalam menghadapi segala tantangan. Semoga Universitas Faletehan senantiasa dijaga Allah, diberi kemudahan dalam perjuangan akademik dan pembangunan kampus,” ujarnya.

Sambutan Rektor: Mengiringi Langkah Besar dengan Keberkahan

Usai istighosah, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Rektor Universitas Faletehan, Andiko Nugraha Kusuma, Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya memulai setiap ikhtiar besar dengan doa bersama agar mendapatkan keberkahan dan kemudahan dari Allah SWT.

“Doa bersama ini menjadi bagian dari tradisi baik di Universitas Faletehan. Kita berdoa bukan hanya untuk keselamatan, tetapi juga untuk keberhasilan bersama dalam mewujudkan cita-cita besar universitas,” tutur Rektor Andiko.

Beliau juga menyampaikan bahwa saat ini Universitas Faletehan tengah menghadapi tiga agenda strategis yang memerlukan dukungan seluruh sivitas akademika, yaitu:

1. Pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027.
Proses promosi dan penerimaan mahasiswa baru menjadi salah satu fokus utama universitas dalam memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas di wilayah Banten dan sekitarnya.

2. Akreditasi Program Studi dan Institusi menuju Akreditasi Unggul.
Upaya peningkatan mutu berkelanjutan terus dilakukan melalui audit internal, peningkatan kompetensi dosen, serta penguatan sistem penjaminan mutu agar seluruh program studi di lingkungan UF mencapai predikat unggul.

3. Persiapan Pembukaan Fakultas Kedokteran.
Rektor menjelaskan bahwa Fakultas Kedokteran Universitas Faletehan akan menjadi langkah penting dalam memperluas kiprah universitas di bidang kesehatan, melengkapi fakultas-fakultas yang sudah ada sebelumnya.

“Mari kita satukan tekad. Dengan doa, kerja keras, dan kolaborasi, insya Allah Faletehan akan terus maju dan menjadi kampus yang penuh berkah serta memberi manfaat besar bagi bangsa,” tutupnya dengan penuh semangat.

Sambutan Ketua Yayasan: Sinergi Iman dan Dedikasi

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Yayasan Faletehan, Drs. H. Encep T. Sulaiman, M.M. Dalam arahannya, beliau menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nur Asyifa, serta seluruh civitas akademika Universitas Faletehan atas terselenggaranya kegiatan penuh makna ini.

“Terima kasih kepada para narasumber, pimpinan universitas, dan pengurus masjid yang telah berperan aktif dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Semoga setiap aktivitas kita — baik akademik, sosial, maupun spiritual — senantiasa mendapatkan keberkahan dari Allah SWT,” ujar Encep.

Beliau juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kerja duniawi dan amalan ukhrawi. “Keberhasilan lembaga tidak hanya diukur dari capaian akademik dan material, tetapi juga dari kekuatan spiritual yang menjadi fondasi moral dan etika dalam bekerja,” tambahnya.

Tausiyah KH. Mirwan Munawar: Jalan Menuju Keberkahan

Sebagai acara inti, tausiyah agama disampaikan oleh KH. Mirwan Munawar, M.Si. dengan tema “Faletehan Berkah, Indonesia Bermartabat.” Dalam ceramahnya, KH. Mirwan menekankan bahwa keberkahan adalah karunia Allah yang lahir dari keikhlasan, ketulusan, dan ketaatan dalam menjalani kehidupan.

Beliau menguraikan bahwa keberkahan dapat diraih melalui lima langkah utama:

1. Belajar Ridho dengan apa yang diterima.
“Ridho adalah kunci ketenangan hati. Jika kita mampu menerima takdir dengan lapang dada, Allah akan menggantinya dengan kebaikan yang lebih besar.”

2. Syukur.
“Syukur bukan hanya ucapan, tetapi juga perbuatan. Bekerjalah dengan semangat sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat ilmu dan kesempatan yang Allah berikan.”

3. Sabar.
“Sabar adalah kekuatan. Tidak ada keberhasilan tanpa kesabaran. Dalam dunia pendidikan, sabar menghadapi proses adalah bagian dari perjuangan.”

4. Belajar Taubat dan memperbaiki diri.
“Manusia tidak luput dari kesalahan. Namun, keberkahan hanya datang kepada mereka yang mau memperbaiki diri.”

5. Istiqamah dalam kebaikan.
“Istiqamah adalah pembuktian dari keimanan. Jangan berhenti berbuat baik hanya karena lelah, sebab Allah mencintai konsistensi dalam amal.”

KH. Mirwan juga berpesan agar Universitas Faletehan terus menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam membangun moralitas, spiritualitas, dan kemanusiaan. “Jika kampus ini diberkahi, maka bangsa ini pun akan bermartabat,” ujarnya disambut haru oleh para peserta.

Penutup:  Ramah Tamah, dan Harapan Bersama

Kegiatan diakhiri dengan  sesi ramah tamah antar peserta. Suasana penuh kehangatan terlihat ketika seluruh pimpinan yayasan, rektorat, dekanat, dosen, dan tenaga kependidikan berfoto bersama di depan mimbar utama Masjid Nur Asyifa.

Dalam momen tersebut, semangat kebersamaan dan persaudaraan terlihat begitu kuat. Para peserta meyakini bahwa pengajian dan doa bersama bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat ikatan spiritual dan komitmen bersama membangun Universitas Faletehan yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing global.

Salah satu peserta pengajian menyampaikan kesannya, “Kegiatan seperti ini sangat menyejukkan hati. Selain mempererat silaturahmi, kami merasa lebih tenang dan termotivasi untuk bekerja dengan niat ibadah. Semoga kegiatan ini menjadi agenda rutin di setiap momentum penting universitas.”

Dengan berakhirnya kegiatan ini, Universitas Faletehan meneguhkan langkahnya untuk terus maju dalam balutan doa, semangat, dan keberkahan. Melalui sinergi antara ilmu dan iman, UF berharap dapat menjadi kampus yang tidak hanya mencetak tenaga profesional, tetapi juga insan berakhlak mulia yang membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *