Artikel

PENCEMARAN LINGKUNGAN

    Dibaca 810 kali Kesehatan Masyarakat

PENCEMARAN LINGKUNGAN

Oleh:

NURFITRI KHOERUNNISA

 

Peminatan Kesehatan Lingkungan

Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Faletehan

 

Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri, kelangsungan perikehidupan, dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Kualitas lingkungan hidup yang semakin menurun telah mengancam kelangsungan perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya sehingga perlu dilakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dan konsisten oleh semua pemangku kepentingan. (PP, NO 22, Tahun 2021.)

Pencemaran Lingkungan Hidup adalah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, clan/atau komponen lain ke dalam Lingkungan Hidup oleh kegiatan manusia sehingga melampaui baku mutu Lingkungan Hidup yang telah ditetapkan. Kualitas Lingkungan Hidup dan sumber daya alam yang berfungsi untuk menopang kehidupan warga negara harus dapat dipastikan selalu berada dalam kondisi yang baik. Dalam rangka memastikan fungsi tersebut berjalan sebagaimana mestinya, maka perlu dilakukan upaya Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup yang sungguh-sungguh dan konsisten oleh semua pemangku kepentingan.(PP, NO 22, Tahun 2021)

Kondisi pencemaran lingkungan di wilayah Provinsi Banten, salah satunya dapat digambarkan terkait pencemaran air. Kualitas air sungai di Cibanten Provinsi Banten dengan status pencemaran sedang. (Hayat & Kurniatillah, 2021)  Kualitas klor bebas (Cl2) di sungai Cidanau menunjukkan hasil yaitu melebihi baku mutu lingkungan yang ditetapkan oleh Standar WHO klorin bebas (Cl2) sebesar 0,02 mg/L.(Hayat, 2020)

Pencemaran air disebabkan oleh mikroorganisme patogen, baik fecal koliform maupun total koliform melebihi baku mutu lingkungan yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 6300 MPN/100 ml, baku mutu sebesar  (1000/100 mL) untuk fecal koliform dan total koliform sebesar (9200 MPN/100 mL) sedngkan baku mutu sebesar  (5000/100 mL) untuk total koliform untuk Kelas II.(Hayat & Kurniatillah, 2021)

Kondisi lingkungan hidup yang buruk akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan keselamatan manusia. Kondisi kesehatan masyarakat terkait penyakit berbasis air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus penyakit berbasis air terbanyak terdapat pada kasus penyakit dermatitis, gastritis dan kasus diare. (Hayat, 2020) Kasus penyakit  malaria di wilayah Kabupaten Lebak Provinsi Banten yang merupakan penyakit water vektor borne disease dengan ekosistem bervariasi yaitu pantai, persawahan dan pegunungan.(Hayat & Kurniatillah, 2009)

Faktor perilaku manusia menjadi faktor kunci dalam pengelolaan pencemaran lingkungan. Faktor manusia tersebut diantaranya adalah berhubungan langsung dengan perilaku manusia. Pengetahuan dan sikap (Pv=<0,001) berhubungan dengan perilaku pengelolaan limbah. (Hayat, 2015) Faktor manusia menjadi hal penting bagi perubahan perilaku.(Hayat, 2012) Pendidikan pada masyarakat melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) salah satunya adalah perilaku cucitangan pakai sabun. (Hayat, 2021)

Upaya sadar dan terencana yang memadukan aspek lingkungan hidup, sosial, dan ekonomi ke dalam strategi pembangunan untuk menjamin keutuhan lingkungan hidup serta keselamatan, kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.

Keterpaduan pengelolaan kualitas lingkungan dan pengendalian pencemaran lingkungan ini dilakukan melalui upaya koordinasi antar pemerintah daerah yang berada dalam satu kesatuan ekosistem lingkungan hidup dan atau satu kesatuan pengelolaan sumber daya lingkungan hidup. Kerja sama antar daerah dapat dilakukan melalui badan kerja sama antar daerah. Dalam koordinasi dan kerja sama tersebut termasuk dengan instansi terkait, baik menyangkut rencana pemanfaatan lingkungan hidup, pemantauan kualitas lingkungan hidup, penetapan baku mutu lingkungan, penetapan daya tampung, penetapan mekanisme perizinan pembuangan air limbah, pembinaan dan pengawasan penaatan.

 

Daftar Pustaka

Hayat, F. (2012). Pengaruh predisposing factor, Enable factor, Reinforcing factor terhadap praktik keselamatan kerja pada tenaga kesehatan dalam pengelolaan limbah medis padat di Puskesmas Wilayah Kota Cilegon tahun 2011. In Unpad Repository. Unpad.

Hayat, F. (2015). Analisis faktor pengelolaan limbah medis padat di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Cilegon. Faletehan Health Journal, 3, 146–151.

Hayat, F. (2020). Analisis Kadar Klor Bebas (Cl2) dan Dampaknya Terhadap Kesehatan Masyarakat di Sepanjang Sungai Cidanau Kota Cilegon. Jurnal Kesehatan Masyarakat Mulawarman (JKMM), 2(2), 64–69.

Hayat, F. (2021). THE EFFECT OF EDUCATION USING VIDEO ANIMATION ON ELEMENTARY SCHOOL IN HAND WASHING SKILL. Acitya: Journal of Teaching and Education, 3(1), 44–53.

Hayat, F., & Kurniatillah, N. (2009). Situasi Malaria di Kabupaten Lebak. Kesmas: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional (National Public Health Journal), 3(6), 259–263.

Hayat, F., & Kurniatillah, N. (2021). Microbiological and Water Quality Status of Cibanten River. The First International Conference on Social Science, Humanity, and Public Health (ICOSHIP 2020), 198–200.

PP, NOMOR 22, T. 2021. (22 C.E.). Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. In Jakarta, Indonesia.